bahlil etanol

 


Judul: “Menteri ESDM Bahlil Siapkan Mandatori Campuran Etanol 10% pada BBM Mulai 2027”

Jakarta, 12 November 2025 — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertegas rencana untuk mewajibkan pencampuran etanol sebesar 10 persen (E10) dalam BBM mulai tahun 2027. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Bahlil Lahadalia dalam berbagai kesempatan. ANTARA News Kalimantan Selatan+2CNN Indonesia+2


Latar Belakang

  • Indonesia saat ini masih memiliki ketergantungan impor BBM yang cukup besar. CNBC Indonesia+1

  • Dengan menerapkan campuran etanol 10 persen, pemerintah menargetkan pengurangan impor BBM sekaligus pengembangan energi dari bahan nabati domestik. IDN Financials+2News Setup+2

  • Menteri Bahlil menyebut bahwa pengalaman negara seperti Brasil yang sudah menerapkan etanol dalam kampanye bahan bakar menjadi salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan ini. detikfinance+1


Isi Kebijakan

  • Kebijakan: wajib pencampuran etanol 10 persen pada BBM (E10) mulai tahun 2027. CNN Indonesia+1

  • Pemerintah akan menggunakan bahan baku dalam negeri untuk etanol seperti tebu, jagung, dan singkong agar pasokan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan. Reuters+1

  • Untuk mempersiapkan kebijakan ini, pemerintah telah mengirim tim ke Brasil untuk mempelajari model pencampuran etanol, termasuk regulasi, teknologi, dan pengalaman lapangan. detikfinance

  • Target penghematan: Salah satu laporan menyebut bahwa dengan E10, Indonesia bisa menghemat BBM hingga 4,2 juta kiloliter. News Setup


Tantangan & Catatan

  • Produksi etanol domestik saat ini masih jauh di bawah kapasitas maksimal. Sebagai catatan, kapasitas produksi etanol pada 2024 tercatat sekitar 303 325 kiloliter, namun realisasi hanya sekitar 160 946 kiloliter. Reuters

  • Penyediaan bahan baku (tebu, jagung, singkong) dan pengembangan rantai pasok etanol perlu dikawal agar kebijakan tidak terkendala pasokan.

  • Perlu penyesuaian teknis di industri BBM, SPBU, dan kendaraan agar pencampuran E10 dapat berjalan aman dan efisien.

  • Sosialisasi kepada masyarakat pengguna kendaraan juga penting agar perubahan ini dapat diterima dan tidak menimbulkan resistensi atau kebingungan.


Dampak yang Diharapkan

  • Pengurangan impor BBM, sehingga memperkuat kedaulatan energi nasional.

  • Peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri dan potensi pengembangan sektor agrikultur (tebu, jagung, singkong) sebagai sumber etanol.

  • Potensi pengurangan emisi karena penggunaan bioetanol dalam campuran bahan bakar; ini sejalan dengan target energi bersih dan ramah lingkungan.


Penutup

Rencana kebijakan pencampuran etanol 10% dalam BBM oleh Menteri Bahlil menandai langkah strategis Pemerintah Indonesia untuk mengubah peta energi nasional ke arah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Meski begitu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan teknis, pasokan bahan baku, dukungan industri, dan pemahaman masyarakat.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama