Shin Tae‑yong
Pemecatan Shin Tae-yong: Kronologi dan Dampak
1. Latar Belakang
Shin Tae-yong adalah pelatih asal Korea Selatan yang pernah menangani Timnas Indonesia dan kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama klub Ulsan HD FC di Korea Selatan.
2. Pemecatan dari Timnas Indonesia
Pada 6 Januari 2025, PSSI secara resmi memberhentikan Shin Tae-yong dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. CNN Indonesia+2Berita Universitas Muhammadiyah Makassar+2
Alasan yang dikemukakan meliputi evaluasi mendalam terhadap kinerja tim, bukan hanya kegagalan di Piala AFF 2024. detiksport+1
Beberapa pengamat menilai keputusan itu agak terburu-buru karena Shin dianggap telah membawa beberapa kemajuan. Berita Universitas Muhammadiyah Makassar+1
3. Pemecatan dari Ulsan HD FC
Beberapa bulan kemudian, pada Oktober 2025, Shin Tae-yong kembali dipecat, kali ini oleh klub Ulsan HD FC setelah hanya sekitar 65 hari menjabat sebagai pelatih. CNBC Indonesia+2detiksport+2
Klub menyatakan bahwa hasil buruk serta posisi klub yang jauh dari target menjadi faktor utama pemecatan tersebut. detiksport+1
4. Faktor Penyebab
Beberapa faktor yang disebut-sebut sebagai penyebab pemecatan:
-
Kinerja tim yang menurun sehingga gagal mencapai target pertandingan. Tempo
-
Dinamika internal tim yang kurang kondusif; ada laporan konflik antara pelatih dan beberapa pemain. TvOne News
-
Evaluasi menyeluruh dari federasi maupun klub yang menilai perlunya perubahan kepemimpinan demi hasil yang lebih baik.
5. Dampak dan Implikasi
-
Bagi Timnas Indonesia: Pemecatan Shin menandai perubahan arah strategi dan kepelatihan ke depan. Berita Universitas Muhammadiyah Makassar+1
-
Bagi Ulsan HD FC: Klub harus segera mencari pengganti pelatih interim dan menyesuaikan rencana jangka pendek untuk menghindari zona degradasi. detiksport+1
-
Bagi Shin Tae-yong: Pemecatan beruntun ini bisa mempengaruhi reputasi dan opsi karier selanjutnya, sekaligus memberikan pelajaran tentang tekanan tinggi dalam pekerjaan kepelatihan tingkat profesional.
6. Penutup
Pemecatan Shin Tae-yong dari dua posisi penting dalam kurun waktu singkat menunjukkan bahwa dunia sepak bola profesional sangat cepat berubah dan hasil serta dinamika internal menjadi kunci utama. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam sepak bola tidak hanya soal keahlian teknis pelatih, tapi juga manajemen tim, dukungan organisasi, dan konsistensi hasil.