Tanpa judul

 


Berita Duka dan Profil Singkat

Pada pagi hari Minggu, 2 November 2025, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, raja dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, berpulang pada usia 77 tahun di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Solo Balapan+2detiknews+2

Pakubuwono XIII lahir pada 28 Juni 1948 di Surakarta dan naik takhta pada tanggal 10 September 2004. Wikipedia+2CNBC Indonesia+2 Ia dikenal sebagai sosok yang menjembatani tradisi Jawa dan perubahan zaman — menjaga upacara-adat keraton, memelihara warisan budaya, dan memperkuat identitas keraton di tengah modernisasi. Antara News+1

Penyebab dan Riwayat Kesehatan

Beberapa bulan sebelum wafat, beliau dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang menurun. Riwayat menyebutkan:

  • Menderita penyakit gula darah tinggi dan sudah mengalami komplikasi ginjal. Solo Balapan+1

  • Kondisinya memburuk setelah menjalankan prosesi adat “Adang Tahun Dal” tanggal 7 September 2025, meskipun dalam kondisi fisik yang lemah. Solo Balapan

Upacara dan Pemakaman

Jenazah Pakubuwono XIII disemayamkan di Sasana Prasadhya keraton dan kemudian diberikan penghormatan publik. Wikipedia Prosesi pemakaman adat dilakukan di kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, pada hari Rabu, 5 November 2025. detiknews+1

Warisan dan Makna Kepergian

Kepergian beliau menandai berakhirnya satu era kepemimpinan keraton yang fokus pada pelestarian budaya Jawa. Berikut beberapa warisan penting:

  • Menegaskan fungsi Keraton Surakarta sebagai pusat budaya dan tradisi, bukan hanya simbol sejarah. Antara News+1

  • Membentuk jembatan antara generasi tua keraton dan generasi muda yang mulai menghadapi tantangan globalisasi budaya.

  • Menunjukkan bahwa institusi tradisi tetap relevan dalam kehidupan modern — selain sebagai warisan, juga sebagai ruang pembelajaran.

Tantangan ke Depan

Dengan kepergian Pakubuwono XIII, keraton menghadapi sejumlah tantangan:

  • Menetapkan penerus yang sah dan dapat diterima berbagai pihak dalam keluarga keraton dan masyarakat.

  • Memastikan bahwa nilai-nilai budaya yang beliau perjuangkan terus hidup di masyarakat luas, bukan hanya dalam upacara ritual.

  • Menghadapi dinamika modernisasi tanpa kehilangan jati diri — yakni, bagaimana adat dan budaya bisa relevan dan hidup di masyarakat kontemporer.

Kata Penutup

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII bukan hanya seorang raja dalam keraton; beliau adalah penjaga budaya Jawa, sosok yang membawa tanggung jawab besar dalam melestarikan tradisi di zaman yang berubah cepat. Kepergiannya bukan hanya kehilangan satu individu, tetapi juga momen refleksi bagi masyarakat Jawa dan Indonesia tentang bagaimana kita menghargai dan meneruskan warisan leluhur.

Semoga warisan beliau menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mencintai, menghayati, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama